Sunday, October 2, 2011

REPORTASE 1 MANAJEMEN DIKLAT


TRAINING DESIGN AND EVALUATION MODEL
Terdapat 5 alasan dilakukannya pelatihan. Pertama, ada kesenjangan antara kinerja aktual dengan kinerja ideal. Kedua, ada karyawan baru (job training). Ketiga, ada tekhnologi baru. Keempat, membangun budaya/corporate culture. Dan yang terakhir, promosi, mutasi (perpindahan ke jenjang yang setara).
Training design and evaluation model pertama membutuhkan need identifications. Need identifications itu meliputi mengidentifikasi masalah seperti melihat kinerja ada kesenjangan atau tidak. Menganalisis pekerjaan itu sendiri. Lalu, mengidentifikasi target/ kelompok/ populasi. Terakhir, menganalisis kebutuhan melalui survey, pengalaman, catatan dari atasan/ dokumen, atau wawancara.
Kedua, objectives setting (mengatur/ menata sasaran). Contohnya itu seperti apabila karyawan tidak masuk atau telat pekerjaannya akan terlambat dan menghambat pekerjaan karyawan lain. Syarat – syarat ( determination of entry requirements) persyaratan yang harus dipenuhi bila mengikuti penerimaan pekerjaan. Dilihat fisiknya sehat dan tidak buta warna, dan sikapnya harus tulus dan tekun. Setting of training objectives (mengatur kegiatan pelatihan) atau menetapkan sasaran. Menjadi apa nantinya? Dengan tujuan yang jelas akan mudah nantinya. Design of test (desain dari test yang diberikan) atau merancang tes. Ini dilakukan untuk bisa memastikan kemampuan yang dimiliki. Validation of objectives ( memvalidasi tujuan ). Proses ini untuk memastikan bahwa kita bisa mencapainya.
Ketiga, instruction design ( instruksi yang diberikan ). Menentukan desain pelatihan seperti apa yang cocok. Testing of instructional material, sebelum melakukan pelatihan, barang – barang yang diperlukan harus disiapkan. Production of instructional materials, seperti menyediakan bahan/ alat yang diperlukan dalam melakukan kegiatan.
Keempat, implementation. Planning of training facilities, merencanakan fasilitas menyiapkan tempat/ alat / bahan yang akan digunakan dalam pelatihan. Memilih pelatih yang cocok lalu diadakan kesepakatan dalam mengisi kegiatan atau seminar. Selection of trainees, siapa yang mengikuti pelatihan (diseleksi) apabila terlalu luas/ jauh jangkauannya harus diadakan seleksi. Conduct of training (pelatihan sesuai dengan desain)
Kelima, evaluation. Apakah hasil/ sasaran sesuai dengan harapan. Menganalisis hasil yang dicapai, apakah ada perubahan (analysis of achievment or objectives). Analysis of trainee job performance, evaluasi saat bekerja. Calculating of cost effectiveness of project, biaya pelatihan sepadan atau tidak.

0 comments:

Post a Comment