Friday, June 10, 2011

REPORT 14 "KEPUASAN PELANGGAN"



Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan.
Kepuasan pelanggan sepenuhnya dapat dibedakan pada tiga taraf, yaitu:
1. memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar pelanggan, contoh : Wiraniaga toko daging A menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seseorang pelanggan. Ia menanyakan beberapa kg diperlukan, kemudian ditimbang dan dibungkus.
2. memenuhi harapan pelanggan dengan cara yang dapat membuat mereka akan kembali lagi. Contoh : Wiraniaga toko daging B menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seorang pelanggan. Ia menunjukan jenis daging apa yang diperlukan (disesuaikan dengan masakannya), jenis daging yang sudah di “aging” atau tidak (dijelaskan keuntungannya), kemudian di timbang diberi es dan dibungkus.
3. melakukan lebih daripada apa yang diharapkan pelanggan. Contoh : Wiraniaga toko daging C (selain seperti di toko daging B), juga dijelaskan berbagai hal tentang kualitas daging dan perbedaan dari masing-masing jenis daging, jenis kemasan (vacum atau tidak) dan selain itu diberikan alternatif daging dari industri yang lain (setengah atau sudah matang). Setelah itu ditimbang, diberi es , dibungkus dan diserahkan sambil tersenyum serta mengucapkan terima kasih.


Dari ketiga taraf di atas, keberhasilan strategi pemasaran dapat dicapai apabila sudah mencapai taraf ketiga, yaitu yang paling memberikan kepuasan kepada pelanggan.


Setiap orang dalam dunia industri mempunyai pelanggan yang harus dipuaskannya. Ini yang pertama-tama harus disadari setiap karyawan. Kepuasan pelanggan relevan untuk kita semua, apapun pekerjaan kita, jadi kepuasan pelanggan bukan semata-mata urusan dan tanggung jawab divisi pemasaran dan pelayanan purna jual. Langkah pertama dalam usaha memuaskan pelanggan adalah menentukan dan mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Pelanggan yang berbeda dapat pula berlainan kebutuhannya dan juga berbeda perioritasnya, tetapi pada dasarnya kebutuhan-kebutuhan umum hampir sama.


Untuk mencapai kepuasan pelanggan dalam konteks industri diperlukan beberapa kondisi dan usaha, antara lain
a) filosofi kepuasan pelanggan
b) mengenal kebutuhan atau harapan pelanggan
c) membuat standar dan pengukuran kepuasan pelanggan
d) orientasi karyawan
e) pelatihan

REPORT 13 "PERILAKU PELANGGAN"



IDENTIFIKASI PERILAKU PELANGGAN
Perilaku Pelanggan
Pelanggan adalah mahluk indvidu sekaligus sosial, maka faktor-faktor yang melingkupinya akan dibahas sebagai berikut :
  1. Individu
  2. Lingkungan keluarga
  3. Lingkungan masyarakat
  4. Budaya kota dan desa
  5. Ekonomi
  6. Idiologi/Agama
  7. Tata Nilai
  8. Status sosial

  1. Individu
    1. Belanja untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri
    1. Mengharapkan kepuasan pelayanan dan produk
    1. Kelas sosial, di antaranya dilihat dari tingkat penghasilan dan pendidikan
    1. Pembelian dipengaruhi situasi dan kondisi serta daya beli dari individu

  1. Lingkungan keluarga
    1. Belanja mewakili keluarga, meskipun dilakukan seseorang
    2. Keluarga, adalah lingkungan terdekat  yang sangat mempengaruhi nilai perilaku  
      seseorang, maka Pembelian dipengaruhi anggota keluarga 
    3. Kepuasan atas produk untuk seluruh keluarga yang diwakili
    4. Pembelian produk lebih banyak

  1. Lingkungan masyarakat
a.       Belanja produk secara psikologis dipengaruhi lingkungan tempat tinggal atau
tetangga lingkungan  perumahan
b.      Produk yang dibeli dipengaruhi  gengsi
c.       Pembelian  produk mengacu pada merk yang dibeli tetangga

  1. Budaya kota dan desa
a.       Budaya Kota
      • Pembelian produk lebih terpengaruh pada media promosi
        ( TV, Koran, Majalah, internet )
      • Pembelian produk sesuai dengan lingkungan perkotaan
      • Informasi tentang produk tersedia, dan cepat diketahui dengan cepat
      • Pembelian mengacu pada kesibukan kota

    1. Budaya Desa
      • Pembelian produk kurang dipengaruhi media promosi
      • Pembelian produk sesuai dengan lingkungan pedesaan
      • Informasi tentang produk lambat diketahui, kurang cepat tersedia
      • Sumber informasi dalam jumlah terbatas

  1. Ekonomi
    1. Seseorang  yang hidup dari kekayaan warisan
    2. Orang yang berhasil dalam usaha atau profesinya sehingga tingkat   
      ekonominya dikatakan kelas menengah
    3. Para pekerja kantoran (kerah putih) yang bergaji menengah
    4. Para pekerja standar, hanya sedikit di atas garis kemiskinan
    5. Pekerja tidak tetap atau tidak memiliki pekerjaan

  1. Idiologi/Agama
    1. Pembelian produk mengacu pada Idiologi/ agama yang dianut
    2. Pembelian perlengkapan ritual agama

  1. Tata Nilai
    1. Pembelian produk mengacu pada tata nilai budaya yang melingkupi seseorang
    2. Tata nilai tiap orang yang berasal dari daerah yang berbeda akan menampilkan pola      pembelian yang berbeda
    3. Nilai budaya Indonesia akan berbeda dengan orang luar negeri, menyebabkan pola konsumsi yang berbeda pula

  1. Status sosial
    1. Status sosial akan mempengaruhi pembelian produk
    2. Setiap penyandang status sosial yang  berbeda, pembelian produk berbeda pula
    3. Seiring naiknya pendapatan seseorang, maka pembelian akan meningkat

REPORT 12 "KUALITAS"




Kualitas adalah suatu barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan/keinginan atau bahkan melampaui harapan konsumen yang  memberikan kepuasan kepada konsumen sehingga konsumen membeli barang dan jasa tersebut berulang kali.
Secara konsep, ada tiga macam bentuk kualitas:
Pertama satu-satunya, artinya suatu barang atau jasa memiliki kualitas jika hanya ada satu keberadaannya. Hal ini dapat ditandai dengan produksi yang jumlahnya terbatas atau sedikit. Kualitas macam ini dapat dikatakan kualitas yang absolute. Dengan begini maka pelanggan memiliki kepuasan tersendiri karena menggunakan barang atau jasa yang memiliki kualaitas absolute. Selanjutnya, mengacu pada standar yang relative, artinya suatu barang atau jasa hari ini dapat dikatakan berkualitas, tetapi pada tahun berikutnya belum tentu barang atau jsa tersebut berkualitas menurut konsumennya. Perubahan ini ada karena penyesuaian standar terhadap kondisi dan situasi. Yang terrakhir, Customer Satisfaction, yaitu dilihat dari sejauh mana kepuasan yang di dapatkan oleh pelanggan terhadap barang atau jasa yang digunakannya, karena setiap konsumen (individu) memiliki keinginan, selera, dan tingkatan standar yang berbeda-beda. Puas atau tidaknya seorang pelanggan dapat dilihat dari consumer behavior (perilaku konsumen). Untuk mengetahui perilaku konsumen dapat dilakukan marketing intelligence untuk melihat bagaimana keadaan yang sedang dibutuhkan oleh pasar, sehingga produsen dapat terus melakukan inovasi.
Komponen Kualitas:
§  Merk
§  Kemasan
§  Lokasi
§  Promosi

§  Kurikulum
§  Sarana dan prasarana
§  SDM
§  Harga
§         Daya tahan barang

REPORTASE 11 "MARKETING PROMOTION DAN COMMUNICATION"




            Marketing promotion dan communication dilakukan karena orang perlu diberitahukan tentang produk kita. Cara yang pertama dengan advertasing. Yaitu informasi dan konsumen tidak langsung bertemu. Bentuk promosi barang atau jasa yang disampaikan melalui media indor atau outdor, cetak, audio, dan audio visual. Personal selling, yaitu promosi dan penjualan yang dilakukan oleh sales. Sales promotion, yaitu penjualan yang dilakukan perusahaan kepada konsumen dengan memberi bonus atau potongan harga dalam jangka waktu tertentu. Yang terakhir public relation, yaitu proses membangun hubungan baik antara perusahaan atau sekolah dengan masyarakat atau konsumen untuk membangun citra positif perusahaan dimata masyarakat. Public relation bisa digunakan juga untuk mengatasi masalah-masalah negatif yang mungkin muncul dari masyarakat atau melakukan kegiatan-kegiatan tertentu atau event.

REPORT 10 "PLACE"




            Place bisa dilakukan secara lansung, intermediatery, hybird, telemarketing, MLM, dan E commarce. Kalu secara langsung, produsen langsung menjual kepada konsumen. Toko, outlet, dan sewa dimiliki sendiri oleh produsen. Intermediatery itu contohnya seperti agen atau supermarket, tokonya milik pihak ketiga dengan konsep bagi hasil. Hybird (campuran) dia menjual lewat toko juga, dan memiliki outlet sendiri juga. Telemarketing itu contohnya seperti bank, kartu kredit, asuransi dan agen pulsa. MLM itu biasanya ditawarkan dari orang ke orang. E commarce itu melalui website. Kenapa memilih saluran distribusi sendiri, karena untuk efisiensi biaya, agar bisa fokus pada produksi, kualitas, SDM, dan pergudangan.

REPORT 9 "PRICE"



            Price merupakan sejumlah uang yang ditukarkan untuk memperoleh barang atau jasa. Price juga merupakan sejumlah nilai yang digunakan untukmemperoleh manfaat dari pemilikan atau penggunaan jasa. Yang mempengaruhi price itu sendiri ada 2 faktor. Yang pertama ada internal factor dan eksternal factor.

            Internal factor  itu terdiri dari 4 aspek. Yang pertama cost. Cost itu untuk menghitung harga pokok, berapa biaya yang dekeluarkan untuk memproduksi barang. Kalau di sekolah itu RAPBS. Kedua, marketing mix strategi. Yaitu melakukan penjualan dengan barang yang sama, tetapi dijual ditoko yang berbeda dan dilihat dari beberapa aspek. Ketiga itu ada merketing objektif. Didalam marketing objektif itu, tidak peduli untung dan ruginya. Dan yang terakhir pertimbangan – pertimbangan organisasi. Pertimbangan organisasi itu berkaitan dengan SDM ( Sumber Daya Manusia ), produk / kemasan / outlet, dan coverage (jangkauan) barang.

            Selanjutnya eksternal factor. Eksternal factor terdiri dari 4 aspek. Pertama ada market. Market itu terdiri dari pure competition, monopoli, dan oligarki ( gabungan dari beberapa perusahaan yang menyepakati harganya ). Kedua, demand (kekuatan permintaan ). Apabila demand naik sales tetap price naik, tetapi apabila demand turun sales tetap price turun. Ketiga competitor (pesaing). Keempat ada other eksternal factor. Terdiri dari politik, sosial, hukum, ekonomi, dan geografi. Politik itu contohnya seperti pada saat pilkada, harga spanduk, baju, dll itu naik. Sosial itu contohnya pada saat kerusuhan sara. Hukum itu contohnya seperti makanan yang halal, barcode, dll.

            Untuk menentukan harga itu terdiri dari 3 cara. Pertama cost based pricing dilihat dari barang dan tempatnya, kedua value based pricing harga ditentukan oleh konsumennya, dan ketiga ada competion based pricing harga dilihat dari kompetitornya. Selanjutnya price adjusment strategi. Dalam adjusment strategi ada discount and allowance ( tukar tambah), segmented pricing (sekmen, kelompok), psychological pricing (reference pricing), promotional price (kegiatan promosi), geografic price (harga berbeda tergantung lokasi), yang terakhir international price.

REPORT 8 "PRODUK II: MERK DAGANG"


Product Attribute

a.   Kualitas
OSVETLENIE
·         Bulgarian rose yang dipetik tangan berpadu dengan aroma Pink Fressia untuk memberikan anda sensasi keharuman bunga yang memikat dan tahan lama.
MERVEILLEUX
·         Daya tarik mempesona dari Black rose dan Night-Blooming Jasmine yang berpadu dengan sensualitas Patchouli untuk memberikan intensitas dan kedalaman pada aroma wewangian ini.
b.  Fitur
OSVETLENIE
·         Mempesona dengan permukaan botol yang indah, cincin yang dapat dilepaskan, bubuk berlian murni dan wangi yang mulia.
MERVEILLEUX
·         Hadir dalam botol transparan yang menawan dan semprotan bergaya retro.
c.   Design
Bertemakan glamour dan retro

Brand


“Tampilkan pesona wangi sexymu !”

·         Brand strategy
Produk kami tersedia dalam 2 variant parfum :
a. OSVETLENIE
b. MERVEILLEUX

·         Co-Branding : Oriflame-DAZZEL
Packaging
Dikemas dalam kardus yang di desain khusus.
Product Support
Oriflame
 
Price
a.   OSVETLENIE (50ml)

Harga produk : Rp 349.000,-



 
b.  MERVEILLEUX

Harga produk : Rp 279.000,-





Place
Produk kami dijual di stand-stand parfum yang ada di beberapa mall.


Promotion
Online       :
·         Website      : www.dazzelparfum.net
·         Facebook   : dazzelicious

Offline       : katalog

Segmenpasar
·         Wanita karir
·         Mahasiswa
·         Dan seluruh wanita yang ingin tampil beda


fattia rakhmaliani (1445096073)
lilys maria (1445096067)
sekar ayuning mawarni (1445096062)
MANAJAMEN PENDIDIKAN NON REGULER 2009

REPORT 7 "PENCIPTAAN DAN PENGEMBANGAN "


NAMA                   : SEKAR AYUNING MAWARNI
NO.REG                 : 1445096062
JURUSAN               : MP NR 09
JENIS USAHA         : TEMPAT PENITIPAN ANAK (TPA)
NAMA USAHA       : KIDSMILING

          Kidsmiling bukanlah sekedar tempat penitipan anak. Di tempat ini anak akan bermain, istirahat, dan belajar bersama. Fungsi dari Tempat Penitipan Anak ini untuk membantu para ibu pekerja yang tak sempat memantau anaknya di rumah. Dari pada ibu menyewa pembantu untuk mengurus anaknya tetapi ibu khawatir memikirkan anaknya, melalui TPA inilah para ibu bisa bekerja dengan tenang di kantor. TPA kidsmiling ini akan didirikan dimana banyak perkantoran disekitarnya.
          Fasilitas yang akan disediakan di kidsmiling ini adalah ruangan bermain dan belajar yang cukup luas, kamar tidur yang bersih, perpustakaan dan lain-lain. Disini, pendamping tidak hanya mengasuh, tetapi juga mengajak untuk belajar, memandikan, mengganti baju, memberi makan dan membantu anak untuk ke toilet. Orang tua yang menitipkan anaknya disini, harus membawa pakaian untuk kebutuhan satu hari dua/tiga baju, susu dan botol, dan perlengkapan untuk mandi. Ada tiga kelompok di TPA kidsmiling ini. Kelompok pertama usia 1 tahun - 2,5 tahun. Kelompok kedua 2,5 tahun - 3,5 tahun. Dan kelompok terakhir usia 3,5 tahun - 5 tahun.
          Kegiatan di tempat ini dimulai dari pukul 07.30. Saat itu anak-anak sudah diantarkan orang tua. Setelah sampai, anak-anak akan ditemani oleh para pendampingnya. Semua pendamping/pengasuh di kidsmiling merupakan perempuan yang sudah terlatih. Kegiatan pertama yang dilakukan di kidsmiling pada pagi hari ialah mengajak anak-anak makan bersama. Menu yang dihidangkan untuk makan pagi, berbeda setiap harinya. Sehingga anak-anak tidak bosan. Setelah selesai makan, anak-anak dibawa bermain keruangan terbuka untuk bermain sesuka hatinya,seperti bermain bola, olahraga dan lain lain.
          Selesai anak bermain pagi, anak-anak akan diajak ke kelas Bahasa Inggris. Selama satu jam mereka akan dijarkan oleh guru yang telah mahir di bidang tersebut. Setelah selesai belajar Bahasa Inggris, kegiatan selanjutnya adalah makan siang. Selesai makan siang, mereka membersihkan diri dan ganti baju untuk tidur siang. Baju kotor yang mereka tadi pakai, dimasukkan kedalam tas yang mereka bawa. Sore harinya, anak-anak dibebaskan untuk bermain sesukahatinya sambil menunggu orang tuanya menjemput.
          Untuk orang tua yang berniat menitipkan anaknya di kidsmiling, orang tua dikenakan biaya Rp 700.000 per bulan. Namun sebelumnya orang tua harus membayar Rp 500.000. Tempat Penitipan Anak ini, buka dari hari Senin - Jumat dari pukul 07.30 - 16.30. Bila orang tua telat menjemput anaknya di luar jam yang ditentukan, orang tua akan dikenakan denda sebesar Rp 1000 untuk keterlambatan 30 menit pertama dan Rp 2000 untuk 30 menit berikutnya.
           Anak-anak yang dititipkan di kidsmiling ini akan menjadi anak yang kreatif, cerdas, mandiri serta mampu tumbuh kembang sesuai usianya. Karena disini, anak dapat menggali potensi dirinya melalui pengalaman belajar dan bermain.


Karakteristik segmentasi KIDSMILING

1.     Segmentasi geografis :
©      Nation (Bangsa)
KIDSMILING sementara ini hanya dibangun dan dikembangkan di dalam negeri saja.
©      Region (wilayah)
KIDSMILING akan dibangun di daerah kota. Terutama di daerah kota yang banyak perkantoran disekitarnya. Karena tujuan dibuatnya KIDSMILING untuk membantu para ibu pekerja.

2.    Segmentasi demografis :
©      Usia
Karena di TPA KIDSMILING ini dibagi dalam 3 kelompok usia yang kami terima di kelompok pertama usia 1 tahun - 2,5 tahun. Kelompok kedua 2,5 tahun - 3,5 tahun. Dan kelompok terakhir usia 3,5 tahun - 5 tahun.
©      Gender
          KIDSMILING menerima jenis kelamin male dan female.
©      Target positioning
Untuk ibu pekerja yang tidak sempat mengurus anaknya di rumah.
©      Religi
Dalam TPA ini, KIDSMILING menerima semua background agama. Disini KIDSMILING akan mengajarkan agama sesuai kepercayaannya.
©      Pendapatan
Tempat Penitipan Anak KIDSMILING ini ditujukan untuk kalangan menengah keatas. Karena orang tua yang berniat menitipkan anaknya di KIDSMILING, orang tua dikenakan biaya Rp 700.000 per bulan. Namun sebelumnya orang tua harus membayar Rp 500.000.

3.  Segmentasi psikografis :
©      Life style
Karena zaman yang menuntut anak-anak agar berkembang dengan baik, orangtua akan lebih memilih anaknya di titipkan di TPA yang dimana anak akan diajarkan dan diurus dengan baik. Dibandingkan diasuh oleh pembantu di rumah yang dimana orangtua tidak tahu apa saja yang dilakukan pembantunya kepada anaknya.

4.    Segmentasi behaviour :
©      Anak-anak yang dititipkan di kidsmiling ini akan menjadi anak yang kreatif, cerdas, mandiri serta mampu tumbuh kembang sesuai usianya. Karena disini, anak dapat menggali potensi dirinya melalui pengalaman belajar dan bermain.

REPORT 6 "Marketing Mix dalam Manajemen Pemasaran"



          Setelah membahas tentang positioning, selanjutnya akan dibahas tentang marketing mix. Marketing mix terdiri dari empat komponen. Ada produk, price, place, dan promotion. Produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar, baik itu makanan, minuman, ataupun attention yang mungkin memuaskan kebutuhan seseorang. Produk di klasifikasikan menjadi 2. Yang pertama consumer product, yaitu barang itu dapat dinikmati sendiri oleh konsumen itu sendiri. Dalam consumer product terbagi menjadi beberapa hal. Ada convinience, suatu produk yang dibelinya secara terus menerus. Shopping product, produk yang akan dibeli di pilih dulu secara selektif. Specialty product, barang-barang tertentu yang biasanya dibuat pada saat-saat tertentu ( sifatnya spesial ). Unsought product, seorang konsumen membeli barang karena hanya ikut-ikutan saja. Tidak sesuai dengan kebutuhannya. Klasifikasi yang kedua, Industrial product. Industrial product merupakan suatu produk yang dibeli untuk dijual kembali/ bisnis.
          Seorang konsumen mempunyai pertimbangan dalam membeli suatu barang. Yang pertama melihat dari product attributnya. Di dalam product attribute itu sendiri ada kualitas produknya. Kualitas produk dilihat dari fungsi, kehandalan, daya tahan, tampilan, gampang dipakai, perbaikan, nilai-nilai lain yang berbeda. Selain kualitas produk ada product features yaitu seorang konsumen melihat dari feature yang ada didalam suatu produk. Dan yang terakhir ada product design. Dilihat dari desain produk tersebut
          Pertimbangan yang kedua adalah brand.Brand ialah suatu nama, istilah (term), sign (tanda), simbol, atau design yang membedakan dengan produk yang lain. Brand itu sendiri terdiri dari beberapa jenis. Ada brand equity yaitu ada tidaknya pengaruh dari barang yang dibelinya tersebut. Ada brand sponsor , yaitu ada pihak yang mensponsori. Dan terakhir co-branding. Merupakan merk besar yang dijadikan merk bersama.
          Pertimbangan yang ketiga, Packaging. Berkaitan dengan container (bungkusnya) dan wrapper. Keempat Labeling, terkait dengan suatu produk yang sering disebut. Seperti membeli air mineral itu namanya aqua. Dan yang kelima Product Support Service, pihak yang mendukung pelayanan service. Contohnya seperti nokia service center.

REPORT 5 "Positioning"



 

          Positioning merupakan bagaimana menempatkan produk yang akan dijual sesuai dengan sasaran beberapa  hal yang harus dipertimbangkan dalam positioning. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam positioning. Yang pertama ada Competitive Advantage, merupakan suatu cara bagaimana melihat suatu posisi bisnis atau usaha dari sejauh mana keuntungan yang kita dapatkan. Dalam Competitive Advantage terdapat empat unsur : product, service, personel, dan image. Sedangkan yang kedua, Communicating and Delivering. Communicating and Delivering ialah menyampaikan barang dari produsen ke konsumen. Biasanya hal yang terjadi adalah konsumen kurang puas akan barang yang dibelinya, karena membeli secara online.

REPORT 4 "SEGMENTASI DAN TARGETING PASAR JASA"



                Seperti kita tahu, pasar merupakan tempat bertemunya pembeli potensial dengan pembeli produk atau jasa. Pada dasarnya, pasar itu mempunyai 3 prinsip dalam penjualannya. Yang pertama, ada mass marketing yaitu suatu penjualan yang dilakukan secara besar dan harganya tidak terlalu mahal. Misalnya saja di Pekan Raya Jakarta, di tempat ini banyak penjual dan banyak pembelinya. Contoh lain seperti produk Coca cola. Produk ini dapat di beli dimanapun dan siapapun juga bisa membeli produk ini. Kedua ada variatif product marketing. Suatu penjualan produk yang bervariasi/ terdapat suatu tampilan tambahan dari produk tersebut. Seprti style nya, ukuran, ataupun kualitasnya. Dan yang ketiga ada target marketing. Yaitu kepada siapa kita kan menjual produk tersebut. Disinilah kita penting mempelajari segmen.

            Segmentasi pasar dilakukan untuk membagi/mengelompokan pasar untuk membedakan kebutuhan, karakteristik, dan perilakunya. Dalam melakukan segmentasi pasar, dibutuhkan beberapa tahap. Yaitu mengidentifikasi dasar untuk melakukan segmentasi dan mengembangkan profil dari segmentasinya. Pertama ada segmentasi geografis yang membagi pasar sesuai : nation, yaitu kita lihat konsumennya ingin didalam negeri saja/luar negeri juga. State (negara), membuat suatu produk dengan melihat aturan-aturan yang terdapat di suatu negara. Region (wilayah), kita harus melihat kewilayah mana kita akan mengirim produk tersebut. Karena semakin sulit transportasi menuju ke daerah tersebut, semakin mahal juga biayanya. Yang terakhir ada city (kota).

            Kedua, segmentasi demografis yang membedakan pasar sesuai : usia, kita harus bisa mengklasifikasikan kelompok usianya. Gender (jenis kelamin),  contohnya dulu celana jeans laki-laki dan perempuan sama. Tetapi sekarang berbeda. Family size, dimana suatu produsen memilih suatu produk dengan banyaknya anggotakeluarga. Misalnya seperti dalam membeli mobil. Suatu keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang benyak lebih memilih inova dari pada jazz . Income (pendapatan), dilihat dari berapa jumlah gajinya. Ocupation ( pekerjaan), dilihat jabatannya apa. Pendidikan, seperti ingin membuat SMP lihat dulu lingkungannya. Yang terakhir ada RAS.

            Ketiga segmentasi psikografis membagi pasar sesuai : Kelas sosial ( kelas menengah, kelas rendah, kelas pekerja). Lifestyle (gaya hidup). Personality (kepribadian). Keempat ada segmentasi behaviour (tingkah laku) pada segmen ini konsumen membeli suatu produk secara terus-menerus. Biasanya, konsumen itu melihat dari : manfaatnya, konsumen melihat kualitas produk tersebut. Service (layanan), kenyamanan suatu konsumen terhadap suatu produk. Status pengguna, apakah dia pembeli langsung/ pembeli potensial. Sering tidaknya digunakan, loyalitas terhadap suatu produk, kesiapan konsumennya, sikap terhadap suatu produk, hostyle, programmed, relationship buyer, dan transaction buyers.

REPORT 3 "Lingkungan Organisasi Pendidikan"



Pada saat melakukan pemasaran hal yang perlu kita perhatikan adalah lingkungan pemasarannya. Yaitu dimana perilaku dan kekuatan-kekuatan diluar pemasaran yang berdampak pada kemampuan mengelola pemasaran untuk mengembangkannya dan menjaga transaksi dengan pelanggan bisa berlangsung dengan lancar. Lingkungan pemasaran sendiri itu terbagi menjadi dua, ada lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
Didalam lingkungan internal terdiri dari 5 komponen. Yang pertama ada manusia, manusia yang dimaksud disini ialah manusia yang harus memiliki kompetensi. Yaitu yang mampu melakukan dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Setelah seseorang memiliki kompeten, ditempatkanlah dia pada pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya tersebut. Seperti prinsip “the right man in the right place” agar dia dapat bekerja secara optimal dibidangnya tersebut. Selanjutnya, dilakukanlah promotion (promosi). Kenapa di suatu pekerjaan harus dilakukan sebuah promosi, karena promosi dapat memberikan motivasi lebih terhadap seseorang dalam bekerja.
kedua, yaitu adanya kebijakan. Kebijakan menggambarkan visi misi apa yang akan dicapai dan aturan-aturan apa yang akan digunakan. Aturan itu sendiri berkaitan dengan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan agar target dapat tercapai. Contohnya itu seperti membuat sebuah sekolah. Apabila seseorang ingin mendirikan sebuah sekolah dengan murid yang banyak, berarti dia harus membuat banyak kelas untuk murid-muridnya tersebut.
Ketiga ada leadership. Seorang pemimpin mempunyai gaya/karakteristik yang berbeda-beda untuk mengatur sebuah organisasinya. Ada pemimpin yang bersifat sentralistik, dimana semua yang mengatur dan mengambil keputusan pemimpin, pekerja hanya menuruti saja perintah pimpinannya. Pemimpin yang bersifat moderat dimana keputusan diambil sesuai keputusan bersama. Bawahan diberikan kebebasan dalam berorganisasi. Pemimpin yang lepas tangan, yaitu semua pekerjaan diberikan kepada bawahannya. Selain itu ada pemimpin yang bersifat orientasi tugas. Dimana pimpinan memberikan keputusan, apabila ada seorang pekerjanya tidak mempu melakukan tugasnya dengan benar, lebih baik keluar saja. Yang terakhir ada pemimpin yang bersifat people oriented. Dimana seorang pemimpin selalu menghargai pekerjaan pegawainya. Hal itu dimaksudkan agar bawahannya betah bekerja di perusahaannya. Dalam kepemimpinan fungsi manajemen sangat diperlukan. Yaitu, monitoring, evaluasi, dan supervisi. Monitoring dilakukan agar seorang pimpinan mengetahui sebuah pekerjaan berjalan dengan baik atau tidak, dan untuk meyakinkan para pekerjanya bahwa selama ini apa yang telah dilakukan dilihat oleh pimpinannya. Setelah memonitoring, seorang pimpinan harus mengevalusi apakah pekerjaan yang dilakukan sudah sesuaikah dengan target yang direncanakan. Dan tidak lupa juga seorang pimpinan harus melakukan supervisi untuk upaya memperbaiki bawahannya.
Keempat, reward system. Yaitu  seorang pemimpin memberikan suatu penghargaan terhadap pegawainya sebagai tanda terima kasih setelah apa yang telah dilakukannya selama ini terhadap perusahaannya. Penghargaannya sendiri bisa berupa materi ataupun non material. Penghargaan material berupa gaji/ tunjangan-tunjangan. Dan penghargaan non material bisa berupa pujian.
Yang terakhir dari lingkungan internal adanya culture. Culture merupakan nilai-nilai yang digunakan dalam sebuah organisasi. Nilai itu sendiri bisa tergambar pada fisik suatu perusahaan. Mungkin dari warna catnya, jendelanya,dll.
Setelah kita membahas mengenai lingkungan internal, sekarang kita akan bahas mengenai lingkungan eksternal. Lingkungan eksternal yaitu lingkungan yang dapat mempengaruhi suatu organisasi diluar dari lingkungan organisasi tersebut. Lingkungan eksternal itu sendiri terdiri dari demografi yang berkaitan dengan banyak sedikitnya kepadatan orangnya, lokasi, tempat tinggal, usia, gander, ras dan pekerjaannya. Selanjutnya ada economic/daya beli, lingkungan alam, teknologi, lingkungan politik dan terakhir ada lingkungan budaya.

REPORT 2 "Memahami Konsep Dasar Jasa"



Marketing itu terdiri dari 3 komponen yaitu produsen, konsumen, dan barang atau jasa yang dilakukan untuk transaksi. Jasa itu memiliki arti sebagai suatu aktivitas atau serangkaian kegiatan dimana terjadi interaksi dengan manusia atau mesin yang disediakan untuk memuaskan pelanggan. Contohnya itu seperti ATM, sekarang nasabah bank lebih mudah bertransaksi karena adanya ATM. Dimanapun nasabah ingin membutuhkan uang ataupun ingin mentrasfer uang, mereka tinggal mencari ATM terdekat tanpa harus ke bank terlebih dahulu. Contoh yang lainnya itu seperti pelayanan jalan tol. Saat ini, membayar tol bisa menggunakan e-toll card. Penyedia jasa layanan tol membuat e-toll card bermaksud untuk memudahkan para pelanggan dalam membayar tol. Tetapi, tidak semua pengguna jalan tol memakai e-toll card karena mereka tidak setiap hari menggunakan jalan tol. Jasa itu bersifat abstrak karena jasa bisa dirasakan setelah selesai atau ketika dipakai. Oleh karena itu, jasa harus didukung oleh tambahan-tambahan yang bisa membantu jasa itu sendiri. Tambahan-tambahannya itu sendiri bisa dari segi fisik, kelengkapan, segi orang, brand ambassadornya, ataupun image nya.

          Aktivitas jasa itu ialah interaksi manusia atau mesin untuk membangun kepuasan konsumen. Tetapi,  didalam jasa pendidikan tidak hanya mementingkan  kepuasaan saja. Harus ada nilai (value) didalamnya. Kualitas jasa pendidikan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh interaksi antara produsen dan konsumennya. Misalnya itu seperti kegiatan kuliah. Apabila ada dosen yang yang ingin mengajar di kelas, tetapi tidak ada mahasiswa satupun didalam kelas, berarti tidak ada jasa pendidikan yang ingin diberikan dosen kepada mahasiswanya. Begitu sebaliknya apabila banyak mahasiswa di kelas tetapi tidak ada dosen yang mengajarnya di kelas. Jasa itu tidak bisa disimpan dan jasa harus dibeli dulu baru diproduksi. Contohnya seperti bayar kuliah.

          Ada 5 faktor kunci agar jasa berkembang. Yang pertama itu, memperbaharui jasa yang kita tawarkan (renewing). Sebuah jasa tidak akan berkembang bila tidak diperbaharui mengikuti kebutuhan konsumen. Cara yang dilakukan untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang dibutuhkan konsumen itu melalui survei. Dari hasil survei yang paling besar diklarifikasi lagi agar mengetahui kebutuhan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen. Contoh dari memperbahurui jasa sendiri itu, bisa kita liat pada bank. Dulu, bank hanya tempat untuk menabung saja. Sekarang, bank tidak hanya tempat untuk menabung, tetapi banyak fasilitas-fasilitas yang bisa memudahkan konsumennya. Adalagi seperti costumer servise. Seseorang bisa menanyakan keluhannya terdapat jasa tersebut melalui telephon. Kedua, lokalisasi titik pelayanan ( localizing service system point ). Membuat lokasi dimana banyak konsumen di tempat tersebut. Contohnya seperti ATM, restoran cepat saji, alfamart, indomart,dll. Ketiga, leverage contract. Dimana ada kesepakatan agar konsumen yakin akan mendapat apa atau menjelaskan keuntungannya. Contohnya, member card matahari. Dengan member card  tersebut konsumen diberikan keuntungan seperti diskon. Karena banyak diskon-diskon yang ditawarkan tersebut, akhirnya konsumen merasa ingin kembali/berbelanja di tempat tersebut lagi. Keempat, memanfaatkan kekuatan informasi ( power of information ). Mempromosikan suatu jasa yang kita miliki melalui fb, web, brosur, space di majalah, dll. Kelima, nilai strategis ( strategic value ). Nilai strategi apa yang bisa meyakinkan konsumen agar berkata “ya”.

REPORT 1 "Konsep Dasar Manajemen Pemasaran"


Manajemen pemasaran sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Karena tujuan dari manajemen pemasaran ialah untuk mengetahui produk barang ataupun jasa apa yang dibutuhkan oleh konsumen agar dapat memenuhi kebutuhannya. Agar suatu perusahaan tersebut dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk konsumennya, suatu  perusahaan harus  mengetahui apakah yang dibutuhkan konsumennya pada saat ini.
Pemasaran atau marketing memiliki arti proses sosial dan manajerial yang dilakukan oleh individu/ kelompok untuk memperoleh kebutuhan melalui pembuatan atau pertukaran produk atau jasa dengan orang lain. Marketing itu terdiri dari 3 komponen yaitu produsen, konsumen, dan barang/jasa yang dilakukan untuk transaksi. Kegiatan seperti ini terjadi juga pada kegiatan pasar yaitu dimana ada penjual dan ada pembeli yang membutuhkan produk/jasa. Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, digunakan, dikonsumsi, dan bisa memuaskan kebutuhan dan keinginan. Sedangkan jasa itu sendiri memiliki arti tindakan atau pelayanan yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak yang lain yang secara prinsip tidak berwujud. Jasa itu dapat dibuat apabila sudah terjadi, seorang konsumen dapat tertarik pada suatu jasa apabila jasa itu memiliki tampilan fisik yang menarik, dan image/ citra dari jasa itu sendiri dapat membantu untuk pemasarannya. Pada saat inilah terjadi transaksi yaitu dimana adanya perdagangan dua pihak, adanya persetujuan dan nilai, dan adanya waktu dan tempat kesepakatan. Pada saat transaksi, terjadi hukum penawaran dan hukum permintaan yaitu apabila supply > demand = harga naik, dan apabila supply < demand = harga turun.
Pemasaran itu sendiri memiliki 5 filosofi. Pertama, production concept yaitu pelanggan akan senang apabila produknya di distribusikan ke berbagai tempat. Kedua, produksi yaitu konsumen akan senang apabila produk tersebut berkualitas/kemasannya yang bagus. Ketiga, seeling concept yaitu konsumen akan membeli jika perusahaan itu besar. Keempat, marketing concept yaitu mementingkan kepuasan pelanggan. Kelima, sosial merketing yaitu pemasaran yang menggunakan cara pemasaran agar menguntungkan semua pihak.