Wednesday, January 11, 2012

UAS + JAWABAN MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

"CASE STUDY"


1.  1.  Bagaimana studi kasus digunakan ?
·      Icebreaking                  : kasus digunakan untuk cepat mendapatkan siswa secara aktif yang terlibat dalam suatu program
·      Memprovokasi             : kasus digunakan untuk mengubah sikap para siswa/ setidaknya membuka pikiran mereka terhadap masalah besar
·      Praktek aplikasi          : digunakan untuk latihan dengan menilaiseberapa baik seseorang dalam studi kasus
·      Peserta aplikasi          : digunakan untuk menguji sejauh mana pengetahuan siswa

2.  Bagaimana sajakah komponen – komponen yang terdapat didalam bahan studi kasus ?
·      Membuka skenario    : menjelaskan masalah dan rekap tindakan utama
·      Pertanyaan                  : memandu peninjaun untuk kasus berikutnya
·      Referensi                     : untuk meliahat latar belakang kasus
·      Kasus informasi         : bagian ini memeberikan rincian dan cerita
·      Pameran                      : bagian dari studi kasus mencakup contoh – contoh bahan aktual yang menyampaikan informasi penting tentang kasus

3.  Mengapa peran mengawasi sangat penting untuk instruktur sangat penting didalam studi kasus?
Karena disini instruktur memantau para siswa saat mereka menganalisis kasus dan menyiapkan laporan. Mendorong persiapan siswa melakukan analisis mereka jika jauh dari kelas, dll. Karena peran mahasiswa adalah kunci untuk sebuah studi kasus yang efektif.

4.  Mengapa mengevaluasi peran penting dalam hal pengadministrasian?
Karena untuk memperoleh dasar bagi pertimbangan akhir suatu peran, apa yang telah dicapai, apa yang belum dicapai, dan apa yang perlu mendapat perhatian khusus. Untuk memperoleh fakta tentang kesulitan, hambatan, penyimpangan dilihat dari aspek-aspek tertentu.

5.  Bagaimana tahapan - tahapan yang harus dilakukan instruktur dalam mendalangi peran?
3 tahap yang dilakukan instruktur untuk menetapkan proses dan untuk memastikan bahwa siswa memiliki informasi yang tepat :
·      Orientasi          : instruktur memberikan penjelasan apa tujuan dari kasus ini, apa peran siswa, apa prosedur yang harus diikuti, dan bagaimana siswa dievaluasi
·      Pengarahan    : instruktur memutuskan dan mengkomunikasikan bagaimana para siswa akan mendapatkan informasi kasus
·      Penugasan     : instruktur memberikan tanggung jawab untuk analisis kasus kepada siswa.

6.  Bagaimanakah persyaratan - persyaratan pedagogis yang harus ada di tujuan instruksional?
Karena pertama, untuk menetapkan tujuan, apakah belajar secara obyektif akan mendukung studi kasus. Kedua, untuk menetapkan maksudnya, peran apa yang berfungsi relatif terhadap tujuan pembelajaran. Ketiga masalah konseptual, untuk menentukan topik utama, masalah, atau perilaku. Keempat target, untuk menentukan atribut penting yang harus dipertimbangkan dalam memilih/ membuat bahan ajar.

7.  Mengapa dalam kendala administrasi pada studi kasus harus mempertimbangkan 4 batasan praktis?
Karena untuk menetukan kapan sebuah studi kasus diberikan kepada siswa, berapa banyak tenaga kerja/ pendanaan  yang dikhususkan untuk studi kasus, bagaimana setiap waktu kelas yang dapat dikhususkan untuk mengelola sebuah studi kasus, dan untuk menentukan media pembelajaran apa yang dapat digunakan dan yang dihindari.

8.  Mengapa sebelum memutuskan apakah akan membangun/membeli sebuah studi kasus harus memperhatikan tiga tingkatan?
·      Tingkat integrasi         : melihat sampai sejauh mana seharusnya latihan studi kasus berfokus pada topik tertentu
·      Tingkat spesifisitas kerja       : melihat sejauh mana studi kasus benar – benar realistis yang ada pada sebuah organisasi
·      Tingkat aktualitas       : melihat sejauh mana studi kasus harus melaporkan kejadian yang sebenarnya

9.  Bagaimanakah fase – fase yang harus dilakukan untuk proses pengembangan kasus?
·      Pilih cerita yang untuk diceritakan
·      Mengumpulkan informasi
·      Siapkan jalan cerita
·      Menentukan isu – isu administratif
·      Siapkan bahan kasus

10.   Bagaimana sajakah langkah aktivitas yg direkomendasikan untuk menulis sebuah kasus?
·      Gedung pameran
·      Menulis cerita
·      Tulis pertanyaan kasus
·      Menulis membuka skenario

Tuesday, December 20, 2011

REPORTASE 10 MANAJEMEN DIKLAT

Jakarta, Senin 19 Desember 2011, di gedung daksinapati Fakultas Ilmu Pendidikan di ruang 306 perkuliahan Manajemen Diklat dimulai pukul 08.30 WIB yang dipimpin oleh Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. pada pertemuan kali ini, beliau menanyakan kepada kami tugas mebuat 10 pertanyaan dari tugas translate yang telah ditugaskan. setelah tugas tersebut dikumpulkan ternyata masih banyak pertanyaan yang salah. karena beliau ingin pertanyaannya dimulai dengan bagaimana atau mengapa. beliau mengoreksi tugas tersebut, dan mencoret pertanyaan yang salah. pada hari itu juga, pertanyaan bisa direvisi oleh mahasiswa. tetapi sebagian mahasiswa merevisi tugas tersebut pada minggu depannya.

REPORTASE 6 MANAJEMEN DIKLAT

Jakarta, Senin 7 November 2011, di gedung daksinapati Fakultas Ilmu Pendidikan di ruang 306 perkuliahan Manajemen Diklat dimulai pukul 08.00 WIB yang dipimpin oleh Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. seperti biasa, Pak Amril menagih tugas yang telah diberikan. setelah itu, beliau mengoreksi tugas silabus kami. selesai mengoreksi tugas, beliau melanjutkan materi selanjutnya yaitu pembuatan modul mata diklat. setelah menjelaskan panjang lebar mengenai modul, ternyata beliau lupa satu tugas yaitu membuat jadwal pelatihan. setelah menerangkan bagaimana cara membuat jadwal pelatihan, beliau menugaskan pada kami untuk membuat jadwal pelatihan. dan tugas tersebut dikumpulkan pada minggu depannya.

REPORTASE 9 MANAJEMEN DIKLAT


Jakarta, Senin 12 Desember 2011, di gedung daksinapati Fakultas Ilmu Pendidikan di ruang 306 perkuliahan Manajemen Diklat dimulai pukul 08.30 WIB yang dipimpin oleh Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. sama seperti pertemuan sebelumnya, beliau memeriksa lagi tugas - tugas yang telah kami buat. tetapi, pada pertemuan kali ini, beliau lebih menekankan mengoreksi anggaran biaya dan paket fullboard yang telah dibuat. dan seperti biasa, masih banyak saja tugas yang salah. karena beliau memiliki kesibukan, sehingga hanya beberapa tugas yang dikoreksi. untuk tugas anggaran yang belum dikoreksi, beliau meminta waktu tambahan untuk memeriksanya. dan tanggal 15 Desember 2011 lah waktu yang telah disepakati

REPORTASE 7 MANAJEMEN DIKLAT

Jakarta, Senin 14 November 2011, di gedung daksinapati Fakultas Ilmu Pendidikan di ruang 306 perkuliahan Manajemen Diklat dimulai pukul 09.00 WIB yang dipimpin oleh Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. Pada hari itu beliau mengoreksi tiga tugas kami yaitu struktur organisasi, silabus dan jadwal pelatihan. setelah selesai mengoreksi tugas kami, beliau memberikan kesempatan kepada kami untuk memperbaiki lagi tugas kami. selanjutnya, beliau membahas mengenai akomodasi  penginapan untuk tugas pelatihan kami. seperti biasa, beliau memberikan tugas lagi untuk mencari hotel atau tempat penginapan dengan paket fullboard meeting. tugas tersebut dikumpulkan pada perkuliahan selanjutnya.

REPORTASE 8 MANAJEMEN DIKLAT

Jakarta, Senin 21 November 2011, di gedung daksinapati Fakultas Ilmu Pendidikan di ruang 306 perkuliahan Manajemen Diklat dimulai pukul 08.00 WIB yang dipimpin oleh Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. pada pertemuan kali ini, lagi - lagi beliau mengoreksi tugas - tugas kami. dan ternyata benar, masih saja banyak tugas yang salah. termasuk tugas saya hhe. setelah mengoreksi semua tugas kami satu persatu secara detail, beliau menjelaskan kepada kami bagaimana cara membuat anggaran pada suatu pelatihan. beliau menjelaskan secara detail cara membuat anggaran tersebut. lagi, lagi dan lagi seperti biasa, beliau memberikan kami tugas untuk membuat anggaran sesuai pelatihan yang telah kita buat. tugas tersembut dikumpulkan tanggal 5 Desember 2011 beserta tugas - tugas kami sebelumnya.

REPORTASE 5 MANAJEMEN DIKLAT

Jakarta, Senin 31 Oktober 2011 bertempat di Fakultas Ilmu Pendidikan di ruang 306. Perkuliahan dimulai pukul 08.00 WIB yang dipimpin oleh Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. Hari itu Pak Amril mengoreksi tugas struktur kurikulum kami. Beliau mengkoreksi satu persatu tugas kami. Tidak hanya mengoreksi, beliau juga memberi tahu dimana kesalahannya dan bagaimana harus memperbaikinya. Revisi tugas dikumpulkan hari Selasa, tanggal 1 November 2011. Setelah itu, beliau memberikan tugas membuat silabus mata diklat yang telah dibuat dengan isi didalamnya standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sarana/ sumber belajar, dan penilaian. Tugas silabus tersebut dikumpulkan pada hari Senin, 7 November 2011

Monday, October 24, 2011

REPORTASE 4 MANAJEMEN DIKLAT

MENYUSUN STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN

Tanggal 17 oktober 2011, perkuliahan manajemen diklat dimulai pukul 08.30 WIB di ruang DS 306 FIP. Pada awal perkuliahan bapak Amril Muhammad selaku dosen kami, mereview tugas pada minggu kemarin. Selanjutnya beliau memanggil mahasiswa perkelompok sesuai dengan jabatan yang dibuat. Beliau memberikan penjelasan uraian tugas apa yang harus dimiliki pemilik jabatan tersebut. Setelah beliau selesai memberikan penjelasan, mahasiswa perkelompok memperbaiki tugas tersebut dengan menentukan mata diklat dan JPL nya. Karena keterbatasan waktu, tugas tersebut dikumpulkan keesokan harinya dengan format : nama lembaga, nama pimpinan, nama jabatan, posisi di struktur organisasi, uraian tugas, persyaratan pemegang jabatan, kompetensi utama, kompetensi pendukung, kompetensi lainnya, dan struktur kurikulum. Selesai memberikan format tugas yang harus dikerjakan, beliau memberikan penjelasan mengenai cara membuat silabus. Karena tugas mahasiswa selanjutnya adalah membuat silabus. Sekian reportase saya. Terima kasih..

Wednesday, October 12, 2011

REPORTASE 2 MANAJEMEN DIKLAT



STRUKTUR ORGANISASI

Jakarta, senin 3 oktober 2011. Perkuliahan dimulai pukul 08.30 – 11.00 di ruang 306 yang beretempat di kampus A fakultas ilmu pendidikan. Pada pertemuan kelima ini, bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd selaku dosen mata kuliah manajemen diklat menjelaskan tentang strukutur organisasi. Pada pertemuan kali ini, beliau tidak menejelaskan secara terperinci mengenai struktur organisasi. Beliau hanya memberikan arahan mengenai struktur organisasi tersebut.

Setelah memberikan arahan, Pak Amril memberikan tugas untuk membuat struktur organisasi lembaga yang sudah kita buat sebelumnya pada saaat kuliah manajemen pemasaran pada semester 4. Saya langsung membuat struktur organisasi sesuai lembaga yang saya buat pada semester kemarin, yaitu tempat penitipan anak KIDSMILING. Awalnya bingung, harus membuat apa. Tetapi akhirnya selesai juga membuat struktur organisasi sesuai lembaga yang saya buat. Ternyata, tidak sampai situ. Setelah membuat struktur organisasi, Pak Amril memberikan tugas lagi yaitu membuat job description sesuai struktur organisasi yang telah dibuat. Banyak mahasiswa/i yang masih bingung dengan tugas ini. Akhirnya Pak Amril memberikan arahan seperti misalkan untuk pemimpin tertinggi memiliki tugas mengkoordinasikan. Pimpinan bawahan memiliki tugas memimpin/ membina. Dan untuk staff memiliki tugas membantu, menyusun, membuat, dll. Sambil memutar otak membuat job description, Pak Amril memberikan tugas lagi yaitu untuk membuat rancangan pelatihan dan pendidikan yang sesuai dengan struktur organisasi yang telah dibuat.

Akhirnya, selesai juga seluruh tugas yang diberikan oleh Pak Amril hari itu. Tugas langsung dikumpulkan, dan kuliah berakhir pukul 11.00 WIB. Dengan diberikannya tugas itu, saya dapat mengerti bagaimana cara membuat struktur organisai, membuat perincian tugas, dan pelatihan apa yang harus diberikan. Agar tujuan suatu lembaga itu dapat tercapai dengan baik.



Sunday, October 2, 2011

REPORTASE 1 MANAJEMEN DIKLAT


TRAINING DESIGN AND EVALUATION MODEL
Terdapat 5 alasan dilakukannya pelatihan. Pertama, ada kesenjangan antara kinerja aktual dengan kinerja ideal. Kedua, ada karyawan baru (job training). Ketiga, ada tekhnologi baru. Keempat, membangun budaya/corporate culture. Dan yang terakhir, promosi, mutasi (perpindahan ke jenjang yang setara).
Training design and evaluation model pertama membutuhkan need identifications. Need identifications itu meliputi mengidentifikasi masalah seperti melihat kinerja ada kesenjangan atau tidak. Menganalisis pekerjaan itu sendiri. Lalu, mengidentifikasi target/ kelompok/ populasi. Terakhir, menganalisis kebutuhan melalui survey, pengalaman, catatan dari atasan/ dokumen, atau wawancara.
Kedua, objectives setting (mengatur/ menata sasaran). Contohnya itu seperti apabila karyawan tidak masuk atau telat pekerjaannya akan terlambat dan menghambat pekerjaan karyawan lain. Syarat – syarat ( determination of entry requirements) persyaratan yang harus dipenuhi bila mengikuti penerimaan pekerjaan. Dilihat fisiknya sehat dan tidak buta warna, dan sikapnya harus tulus dan tekun. Setting of training objectives (mengatur kegiatan pelatihan) atau menetapkan sasaran. Menjadi apa nantinya? Dengan tujuan yang jelas akan mudah nantinya. Design of test (desain dari test yang diberikan) atau merancang tes. Ini dilakukan untuk bisa memastikan kemampuan yang dimiliki. Validation of objectives ( memvalidasi tujuan ). Proses ini untuk memastikan bahwa kita bisa mencapainya.
Ketiga, instruction design ( instruksi yang diberikan ). Menentukan desain pelatihan seperti apa yang cocok. Testing of instructional material, sebelum melakukan pelatihan, barang – barang yang diperlukan harus disiapkan. Production of instructional materials, seperti menyediakan bahan/ alat yang diperlukan dalam melakukan kegiatan.
Keempat, implementation. Planning of training facilities, merencanakan fasilitas menyiapkan tempat/ alat / bahan yang akan digunakan dalam pelatihan. Memilih pelatih yang cocok lalu diadakan kesepakatan dalam mengisi kegiatan atau seminar. Selection of trainees, siapa yang mengikuti pelatihan (diseleksi) apabila terlalu luas/ jauh jangkauannya harus diadakan seleksi. Conduct of training (pelatihan sesuai dengan desain)
Kelima, evaluation. Apakah hasil/ sasaran sesuai dengan harapan. Menganalisis hasil yang dicapai, apakah ada perubahan (analysis of achievment or objectives). Analysis of trainee job performance, evaluasi saat bekerja. Calculating of cost effectiveness of project, biaya pelatihan sepadan atau tidak.

Friday, June 10, 2011

REPORT 14 "KEPUASAN PELANGGAN"



Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan.
Kepuasan pelanggan sepenuhnya dapat dibedakan pada tiga taraf, yaitu:
1. memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar pelanggan, contoh : Wiraniaga toko daging A menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seseorang pelanggan. Ia menanyakan beberapa kg diperlukan, kemudian ditimbang dan dibungkus.
2. memenuhi harapan pelanggan dengan cara yang dapat membuat mereka akan kembali lagi. Contoh : Wiraniaga toko daging B menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seorang pelanggan. Ia menunjukan jenis daging apa yang diperlukan (disesuaikan dengan masakannya), jenis daging yang sudah di “aging” atau tidak (dijelaskan keuntungannya), kemudian di timbang diberi es dan dibungkus.
3. melakukan lebih daripada apa yang diharapkan pelanggan. Contoh : Wiraniaga toko daging C (selain seperti di toko daging B), juga dijelaskan berbagai hal tentang kualitas daging dan perbedaan dari masing-masing jenis daging, jenis kemasan (vacum atau tidak) dan selain itu diberikan alternatif daging dari industri yang lain (setengah atau sudah matang). Setelah itu ditimbang, diberi es , dibungkus dan diserahkan sambil tersenyum serta mengucapkan terima kasih.


Dari ketiga taraf di atas, keberhasilan strategi pemasaran dapat dicapai apabila sudah mencapai taraf ketiga, yaitu yang paling memberikan kepuasan kepada pelanggan.


Setiap orang dalam dunia industri mempunyai pelanggan yang harus dipuaskannya. Ini yang pertama-tama harus disadari setiap karyawan. Kepuasan pelanggan relevan untuk kita semua, apapun pekerjaan kita, jadi kepuasan pelanggan bukan semata-mata urusan dan tanggung jawab divisi pemasaran dan pelayanan purna jual. Langkah pertama dalam usaha memuaskan pelanggan adalah menentukan dan mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Pelanggan yang berbeda dapat pula berlainan kebutuhannya dan juga berbeda perioritasnya, tetapi pada dasarnya kebutuhan-kebutuhan umum hampir sama.


Untuk mencapai kepuasan pelanggan dalam konteks industri diperlukan beberapa kondisi dan usaha, antara lain
a) filosofi kepuasan pelanggan
b) mengenal kebutuhan atau harapan pelanggan
c) membuat standar dan pengukuran kepuasan pelanggan
d) orientasi karyawan
e) pelatihan

REPORT 13 "PERILAKU PELANGGAN"



IDENTIFIKASI PERILAKU PELANGGAN
Perilaku Pelanggan
Pelanggan adalah mahluk indvidu sekaligus sosial, maka faktor-faktor yang melingkupinya akan dibahas sebagai berikut :
  1. Individu
  2. Lingkungan keluarga
  3. Lingkungan masyarakat
  4. Budaya kota dan desa
  5. Ekonomi
  6. Idiologi/Agama
  7. Tata Nilai
  8. Status sosial

  1. Individu
    1. Belanja untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri
    1. Mengharapkan kepuasan pelayanan dan produk
    1. Kelas sosial, di antaranya dilihat dari tingkat penghasilan dan pendidikan
    1. Pembelian dipengaruhi situasi dan kondisi serta daya beli dari individu

  1. Lingkungan keluarga
    1. Belanja mewakili keluarga, meskipun dilakukan seseorang
    2. Keluarga, adalah lingkungan terdekat  yang sangat mempengaruhi nilai perilaku  
      seseorang, maka Pembelian dipengaruhi anggota keluarga 
    3. Kepuasan atas produk untuk seluruh keluarga yang diwakili
    4. Pembelian produk lebih banyak

  1. Lingkungan masyarakat
a.       Belanja produk secara psikologis dipengaruhi lingkungan tempat tinggal atau
tetangga lingkungan  perumahan
b.      Produk yang dibeli dipengaruhi  gengsi
c.       Pembelian  produk mengacu pada merk yang dibeli tetangga

  1. Budaya kota dan desa
a.       Budaya Kota
      • Pembelian produk lebih terpengaruh pada media promosi
        ( TV, Koran, Majalah, internet )
      • Pembelian produk sesuai dengan lingkungan perkotaan
      • Informasi tentang produk tersedia, dan cepat diketahui dengan cepat
      • Pembelian mengacu pada kesibukan kota

    1. Budaya Desa
      • Pembelian produk kurang dipengaruhi media promosi
      • Pembelian produk sesuai dengan lingkungan pedesaan
      • Informasi tentang produk lambat diketahui, kurang cepat tersedia
      • Sumber informasi dalam jumlah terbatas

  1. Ekonomi
    1. Seseorang  yang hidup dari kekayaan warisan
    2. Orang yang berhasil dalam usaha atau profesinya sehingga tingkat   
      ekonominya dikatakan kelas menengah
    3. Para pekerja kantoran (kerah putih) yang bergaji menengah
    4. Para pekerja standar, hanya sedikit di atas garis kemiskinan
    5. Pekerja tidak tetap atau tidak memiliki pekerjaan

  1. Idiologi/Agama
    1. Pembelian produk mengacu pada Idiologi/ agama yang dianut
    2. Pembelian perlengkapan ritual agama

  1. Tata Nilai
    1. Pembelian produk mengacu pada tata nilai budaya yang melingkupi seseorang
    2. Tata nilai tiap orang yang berasal dari daerah yang berbeda akan menampilkan pola      pembelian yang berbeda
    3. Nilai budaya Indonesia akan berbeda dengan orang luar negeri, menyebabkan pola konsumsi yang berbeda pula

  1. Status sosial
    1. Status sosial akan mempengaruhi pembelian produk
    2. Setiap penyandang status sosial yang  berbeda, pembelian produk berbeda pula
    3. Seiring naiknya pendapatan seseorang, maka pembelian akan meningkat

REPORT 12 "KUALITAS"




Kualitas adalah suatu barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan/keinginan atau bahkan melampaui harapan konsumen yang  memberikan kepuasan kepada konsumen sehingga konsumen membeli barang dan jasa tersebut berulang kali.
Secara konsep, ada tiga macam bentuk kualitas:
Pertama satu-satunya, artinya suatu barang atau jasa memiliki kualitas jika hanya ada satu keberadaannya. Hal ini dapat ditandai dengan produksi yang jumlahnya terbatas atau sedikit. Kualitas macam ini dapat dikatakan kualitas yang absolute. Dengan begini maka pelanggan memiliki kepuasan tersendiri karena menggunakan barang atau jasa yang memiliki kualaitas absolute. Selanjutnya, mengacu pada standar yang relative, artinya suatu barang atau jasa hari ini dapat dikatakan berkualitas, tetapi pada tahun berikutnya belum tentu barang atau jsa tersebut berkualitas menurut konsumennya. Perubahan ini ada karena penyesuaian standar terhadap kondisi dan situasi. Yang terrakhir, Customer Satisfaction, yaitu dilihat dari sejauh mana kepuasan yang di dapatkan oleh pelanggan terhadap barang atau jasa yang digunakannya, karena setiap konsumen (individu) memiliki keinginan, selera, dan tingkatan standar yang berbeda-beda. Puas atau tidaknya seorang pelanggan dapat dilihat dari consumer behavior (perilaku konsumen). Untuk mengetahui perilaku konsumen dapat dilakukan marketing intelligence untuk melihat bagaimana keadaan yang sedang dibutuhkan oleh pasar, sehingga produsen dapat terus melakukan inovasi.
Komponen Kualitas:
§  Merk
§  Kemasan
§  Lokasi
§  Promosi

§  Kurikulum
§  Sarana dan prasarana
§  SDM
§  Harga
§         Daya tahan barang

REPORTASE 11 "MARKETING PROMOTION DAN COMMUNICATION"




            Marketing promotion dan communication dilakukan karena orang perlu diberitahukan tentang produk kita. Cara yang pertama dengan advertasing. Yaitu informasi dan konsumen tidak langsung bertemu. Bentuk promosi barang atau jasa yang disampaikan melalui media indor atau outdor, cetak, audio, dan audio visual. Personal selling, yaitu promosi dan penjualan yang dilakukan oleh sales. Sales promotion, yaitu penjualan yang dilakukan perusahaan kepada konsumen dengan memberi bonus atau potongan harga dalam jangka waktu tertentu. Yang terakhir public relation, yaitu proses membangun hubungan baik antara perusahaan atau sekolah dengan masyarakat atau konsumen untuk membangun citra positif perusahaan dimata masyarakat. Public relation bisa digunakan juga untuk mengatasi masalah-masalah negatif yang mungkin muncul dari masyarakat atau melakukan kegiatan-kegiatan tertentu atau event.

REPORT 10 "PLACE"




            Place bisa dilakukan secara lansung, intermediatery, hybird, telemarketing, MLM, dan E commarce. Kalu secara langsung, produsen langsung menjual kepada konsumen. Toko, outlet, dan sewa dimiliki sendiri oleh produsen. Intermediatery itu contohnya seperti agen atau supermarket, tokonya milik pihak ketiga dengan konsep bagi hasil. Hybird (campuran) dia menjual lewat toko juga, dan memiliki outlet sendiri juga. Telemarketing itu contohnya seperti bank, kartu kredit, asuransi dan agen pulsa. MLM itu biasanya ditawarkan dari orang ke orang. E commarce itu melalui website. Kenapa memilih saluran distribusi sendiri, karena untuk efisiensi biaya, agar bisa fokus pada produksi, kualitas, SDM, dan pergudangan.

REPORT 9 "PRICE"



            Price merupakan sejumlah uang yang ditukarkan untuk memperoleh barang atau jasa. Price juga merupakan sejumlah nilai yang digunakan untukmemperoleh manfaat dari pemilikan atau penggunaan jasa. Yang mempengaruhi price itu sendiri ada 2 faktor. Yang pertama ada internal factor dan eksternal factor.

            Internal factor  itu terdiri dari 4 aspek. Yang pertama cost. Cost itu untuk menghitung harga pokok, berapa biaya yang dekeluarkan untuk memproduksi barang. Kalau di sekolah itu RAPBS. Kedua, marketing mix strategi. Yaitu melakukan penjualan dengan barang yang sama, tetapi dijual ditoko yang berbeda dan dilihat dari beberapa aspek. Ketiga itu ada merketing objektif. Didalam marketing objektif itu, tidak peduli untung dan ruginya. Dan yang terakhir pertimbangan – pertimbangan organisasi. Pertimbangan organisasi itu berkaitan dengan SDM ( Sumber Daya Manusia ), produk / kemasan / outlet, dan coverage (jangkauan) barang.

            Selanjutnya eksternal factor. Eksternal factor terdiri dari 4 aspek. Pertama ada market. Market itu terdiri dari pure competition, monopoli, dan oligarki ( gabungan dari beberapa perusahaan yang menyepakati harganya ). Kedua, demand (kekuatan permintaan ). Apabila demand naik sales tetap price naik, tetapi apabila demand turun sales tetap price turun. Ketiga competitor (pesaing). Keempat ada other eksternal factor. Terdiri dari politik, sosial, hukum, ekonomi, dan geografi. Politik itu contohnya seperti pada saat pilkada, harga spanduk, baju, dll itu naik. Sosial itu contohnya pada saat kerusuhan sara. Hukum itu contohnya seperti makanan yang halal, barcode, dll.

            Untuk menentukan harga itu terdiri dari 3 cara. Pertama cost based pricing dilihat dari barang dan tempatnya, kedua value based pricing harga ditentukan oleh konsumennya, dan ketiga ada competion based pricing harga dilihat dari kompetitornya. Selanjutnya price adjusment strategi. Dalam adjusment strategi ada discount and allowance ( tukar tambah), segmented pricing (sekmen, kelompok), psychological pricing (reference pricing), promotional price (kegiatan promosi), geografic price (harga berbeda tergantung lokasi), yang terakhir international price.

REPORT 8 "PRODUK II: MERK DAGANG"


Product Attribute

a.   Kualitas
OSVETLENIE
·         Bulgarian rose yang dipetik tangan berpadu dengan aroma Pink Fressia untuk memberikan anda sensasi keharuman bunga yang memikat dan tahan lama.
MERVEILLEUX
·         Daya tarik mempesona dari Black rose dan Night-Blooming Jasmine yang berpadu dengan sensualitas Patchouli untuk memberikan intensitas dan kedalaman pada aroma wewangian ini.
b.  Fitur
OSVETLENIE
·         Mempesona dengan permukaan botol yang indah, cincin yang dapat dilepaskan, bubuk berlian murni dan wangi yang mulia.
MERVEILLEUX
·         Hadir dalam botol transparan yang menawan dan semprotan bergaya retro.
c.   Design
Bertemakan glamour dan retro

Brand


“Tampilkan pesona wangi sexymu !”

·         Brand strategy
Produk kami tersedia dalam 2 variant parfum :
a. OSVETLENIE
b. MERVEILLEUX

·         Co-Branding : Oriflame-DAZZEL
Packaging
Dikemas dalam kardus yang di desain khusus.
Product Support
Oriflame
 
Price
a.   OSVETLENIE (50ml)

Harga produk : Rp 349.000,-



 
b.  MERVEILLEUX

Harga produk : Rp 279.000,-





Place
Produk kami dijual di stand-stand parfum yang ada di beberapa mall.


Promotion
Online       :
·         Website      : www.dazzelparfum.net
·         Facebook   : dazzelicious

Offline       : katalog

Segmenpasar
·         Wanita karir
·         Mahasiswa
·         Dan seluruh wanita yang ingin tampil beda


fattia rakhmaliani (1445096073)
lilys maria (1445096067)
sekar ayuning mawarni (1445096062)
MANAJAMEN PENDIDIKAN NON REGULER 2009