Pada saat melakukan pemasaran hal yang perlu kita perhatikan adalah lingkungan pemasarannya. Yaitu dimana perilaku dan kekuatan-kekuatan diluar pemasaran yang berdampak pada kemampuan mengelola pemasaran untuk mengembangkannya dan menjaga transaksi dengan pelanggan bisa berlangsung dengan lancar. Lingkungan pemasaran sendiri itu terbagi menjadi dua, ada lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
Didalam lingkungan internal terdiri dari 5 komponen. Yang pertama ada manusia, manusia yang dimaksud disini ialah manusia yang harus memiliki kompetensi. Yaitu yang mampu melakukan dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Setelah seseorang memiliki kompeten, ditempatkanlah dia pada pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya tersebut. Seperti prinsip “the right man in the right place” agar dia dapat bekerja secara optimal dibidangnya tersebut. Selanjutnya, dilakukanlah promotion (promosi). Kenapa di suatu pekerjaan harus dilakukan sebuah promosi, karena promosi dapat memberikan motivasi lebih terhadap seseorang dalam bekerja.
kedua, yaitu adanya kebijakan. Kebijakan menggambarkan visi misi apa yang akan dicapai dan aturan-aturan apa yang akan digunakan. Aturan itu sendiri berkaitan dengan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan agar target dapat tercapai. Contohnya itu seperti membuat sebuah sekolah. Apabila seseorang ingin mendirikan sebuah sekolah dengan murid yang banyak, berarti dia harus membuat banyak kelas untuk murid-muridnya tersebut.
Ketiga ada leadership. Seorang pemimpin mempunyai gaya/karakteristik yang berbeda-beda untuk mengatur sebuah organisasinya. Ada pemimpin yang bersifat sentralistik, dimana semua yang mengatur dan mengambil keputusan pemimpin, pekerja hanya menuruti saja perintah pimpinannya. Pemimpin yang bersifat moderat dimana keputusan diambil sesuai keputusan bersama. Bawahan diberikan kebebasan dalam berorganisasi. Pemimpin yang lepas tangan, yaitu semua pekerjaan diberikan kepada bawahannya. Selain itu ada pemimpin yang bersifat orientasi tugas. Dimana pimpinan memberikan keputusan, apabila ada seorang pekerjanya tidak mempu melakukan tugasnya dengan benar, lebih baik keluar saja. Yang terakhir ada pemimpin yang bersifat people oriented. Dimana seorang pemimpin selalu menghargai pekerjaan pegawainya. Hal itu dimaksudkan agar bawahannya betah bekerja di perusahaannya. Dalam kepemimpinan fungsi manajemen sangat diperlukan. Yaitu, monitoring, evaluasi, dan supervisi. Monitoring dilakukan agar seorang pimpinan mengetahui sebuah pekerjaan berjalan dengan baik atau tidak, dan untuk meyakinkan para pekerjanya bahwa selama ini apa yang telah dilakukan dilihat oleh pimpinannya. Setelah memonitoring, seorang pimpinan harus mengevalusi apakah pekerjaan yang dilakukan sudah sesuaikah dengan target yang direncanakan. Dan tidak lupa juga seorang pimpinan harus melakukan supervisi untuk upaya memperbaiki bawahannya.
Keempat, reward system. Yaitu seorang pemimpin memberikan suatu penghargaan terhadap pegawainya sebagai tanda terima kasih setelah apa yang telah dilakukannya selama ini terhadap perusahaannya. Penghargaannya sendiri bisa berupa materi ataupun non material. Penghargaan material berupa gaji/ tunjangan-tunjangan. Dan penghargaan non material bisa berupa pujian.
Yang terakhir dari lingkungan internal adanya culture. Culture merupakan nilai-nilai yang digunakan dalam sebuah organisasi. Nilai itu sendiri bisa tergambar pada fisik suatu perusahaan. Mungkin dari warna catnya, jendelanya,dll.
Setelah kita membahas mengenai lingkungan internal, sekarang kita akan bahas mengenai lingkungan eksternal. Lingkungan eksternal yaitu lingkungan yang dapat mempengaruhi suatu organisasi diluar dari lingkungan organisasi tersebut. Lingkungan eksternal itu sendiri terdiri dari demografi yang berkaitan dengan banyak sedikitnya kepadatan orangnya, lokasi, tempat tinggal, usia, gander, ras dan pekerjaannya. Selanjutnya ada economic/daya beli, lingkungan alam, teknologi, lingkungan politik dan terakhir ada lingkungan budaya.

0 comments:
Post a Comment