Friday, June 10, 2011

REPORT 6 "Marketing Mix dalam Manajemen Pemasaran"



          Setelah membahas tentang positioning, selanjutnya akan dibahas tentang marketing mix. Marketing mix terdiri dari empat komponen. Ada produk, price, place, dan promotion. Produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar, baik itu makanan, minuman, ataupun attention yang mungkin memuaskan kebutuhan seseorang. Produk di klasifikasikan menjadi 2. Yang pertama consumer product, yaitu barang itu dapat dinikmati sendiri oleh konsumen itu sendiri. Dalam consumer product terbagi menjadi beberapa hal. Ada convinience, suatu produk yang dibelinya secara terus menerus. Shopping product, produk yang akan dibeli di pilih dulu secara selektif. Specialty product, barang-barang tertentu yang biasanya dibuat pada saat-saat tertentu ( sifatnya spesial ). Unsought product, seorang konsumen membeli barang karena hanya ikut-ikutan saja. Tidak sesuai dengan kebutuhannya. Klasifikasi yang kedua, Industrial product. Industrial product merupakan suatu produk yang dibeli untuk dijual kembali/ bisnis.
          Seorang konsumen mempunyai pertimbangan dalam membeli suatu barang. Yang pertama melihat dari product attributnya. Di dalam product attribute itu sendiri ada kualitas produknya. Kualitas produk dilihat dari fungsi, kehandalan, daya tahan, tampilan, gampang dipakai, perbaikan, nilai-nilai lain yang berbeda. Selain kualitas produk ada product features yaitu seorang konsumen melihat dari feature yang ada didalam suatu produk. Dan yang terakhir ada product design. Dilihat dari desain produk tersebut
          Pertimbangan yang kedua adalah brand.Brand ialah suatu nama, istilah (term), sign (tanda), simbol, atau design yang membedakan dengan produk yang lain. Brand itu sendiri terdiri dari beberapa jenis. Ada brand equity yaitu ada tidaknya pengaruh dari barang yang dibelinya tersebut. Ada brand sponsor , yaitu ada pihak yang mensponsori. Dan terakhir co-branding. Merupakan merk besar yang dijadikan merk bersama.
          Pertimbangan yang ketiga, Packaging. Berkaitan dengan container (bungkusnya) dan wrapper. Keempat Labeling, terkait dengan suatu produk yang sering disebut. Seperti membeli air mineral itu namanya aqua. Dan yang kelima Product Support Service, pihak yang mendukung pelayanan service. Contohnya seperti nokia service center.

REPORT 5 "Positioning"



 

          Positioning merupakan bagaimana menempatkan produk yang akan dijual sesuai dengan sasaran beberapa  hal yang harus dipertimbangkan dalam positioning. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam positioning. Yang pertama ada Competitive Advantage, merupakan suatu cara bagaimana melihat suatu posisi bisnis atau usaha dari sejauh mana keuntungan yang kita dapatkan. Dalam Competitive Advantage terdapat empat unsur : product, service, personel, dan image. Sedangkan yang kedua, Communicating and Delivering. Communicating and Delivering ialah menyampaikan barang dari produsen ke konsumen. Biasanya hal yang terjadi adalah konsumen kurang puas akan barang yang dibelinya, karena membeli secara online.

REPORT 4 "SEGMENTASI DAN TARGETING PASAR JASA"



                Seperti kita tahu, pasar merupakan tempat bertemunya pembeli potensial dengan pembeli produk atau jasa. Pada dasarnya, pasar itu mempunyai 3 prinsip dalam penjualannya. Yang pertama, ada mass marketing yaitu suatu penjualan yang dilakukan secara besar dan harganya tidak terlalu mahal. Misalnya saja di Pekan Raya Jakarta, di tempat ini banyak penjual dan banyak pembelinya. Contoh lain seperti produk Coca cola. Produk ini dapat di beli dimanapun dan siapapun juga bisa membeli produk ini. Kedua ada variatif product marketing. Suatu penjualan produk yang bervariasi/ terdapat suatu tampilan tambahan dari produk tersebut. Seprti style nya, ukuran, ataupun kualitasnya. Dan yang ketiga ada target marketing. Yaitu kepada siapa kita kan menjual produk tersebut. Disinilah kita penting mempelajari segmen.

            Segmentasi pasar dilakukan untuk membagi/mengelompokan pasar untuk membedakan kebutuhan, karakteristik, dan perilakunya. Dalam melakukan segmentasi pasar, dibutuhkan beberapa tahap. Yaitu mengidentifikasi dasar untuk melakukan segmentasi dan mengembangkan profil dari segmentasinya. Pertama ada segmentasi geografis yang membagi pasar sesuai : nation, yaitu kita lihat konsumennya ingin didalam negeri saja/luar negeri juga. State (negara), membuat suatu produk dengan melihat aturan-aturan yang terdapat di suatu negara. Region (wilayah), kita harus melihat kewilayah mana kita akan mengirim produk tersebut. Karena semakin sulit transportasi menuju ke daerah tersebut, semakin mahal juga biayanya. Yang terakhir ada city (kota).

            Kedua, segmentasi demografis yang membedakan pasar sesuai : usia, kita harus bisa mengklasifikasikan kelompok usianya. Gender (jenis kelamin),  contohnya dulu celana jeans laki-laki dan perempuan sama. Tetapi sekarang berbeda. Family size, dimana suatu produsen memilih suatu produk dengan banyaknya anggotakeluarga. Misalnya seperti dalam membeli mobil. Suatu keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang benyak lebih memilih inova dari pada jazz . Income (pendapatan), dilihat dari berapa jumlah gajinya. Ocupation ( pekerjaan), dilihat jabatannya apa. Pendidikan, seperti ingin membuat SMP lihat dulu lingkungannya. Yang terakhir ada RAS.

            Ketiga segmentasi psikografis membagi pasar sesuai : Kelas sosial ( kelas menengah, kelas rendah, kelas pekerja). Lifestyle (gaya hidup). Personality (kepribadian). Keempat ada segmentasi behaviour (tingkah laku) pada segmen ini konsumen membeli suatu produk secara terus-menerus. Biasanya, konsumen itu melihat dari : manfaatnya, konsumen melihat kualitas produk tersebut. Service (layanan), kenyamanan suatu konsumen terhadap suatu produk. Status pengguna, apakah dia pembeli langsung/ pembeli potensial. Sering tidaknya digunakan, loyalitas terhadap suatu produk, kesiapan konsumennya, sikap terhadap suatu produk, hostyle, programmed, relationship buyer, dan transaction buyers.

REPORT 3 "Lingkungan Organisasi Pendidikan"



Pada saat melakukan pemasaran hal yang perlu kita perhatikan adalah lingkungan pemasarannya. Yaitu dimana perilaku dan kekuatan-kekuatan diluar pemasaran yang berdampak pada kemampuan mengelola pemasaran untuk mengembangkannya dan menjaga transaksi dengan pelanggan bisa berlangsung dengan lancar. Lingkungan pemasaran sendiri itu terbagi menjadi dua, ada lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
Didalam lingkungan internal terdiri dari 5 komponen. Yang pertama ada manusia, manusia yang dimaksud disini ialah manusia yang harus memiliki kompetensi. Yaitu yang mampu melakukan dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Setelah seseorang memiliki kompeten, ditempatkanlah dia pada pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya tersebut. Seperti prinsip “the right man in the right place” agar dia dapat bekerja secara optimal dibidangnya tersebut. Selanjutnya, dilakukanlah promotion (promosi). Kenapa di suatu pekerjaan harus dilakukan sebuah promosi, karena promosi dapat memberikan motivasi lebih terhadap seseorang dalam bekerja.
kedua, yaitu adanya kebijakan. Kebijakan menggambarkan visi misi apa yang akan dicapai dan aturan-aturan apa yang akan digunakan. Aturan itu sendiri berkaitan dengan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan agar target dapat tercapai. Contohnya itu seperti membuat sebuah sekolah. Apabila seseorang ingin mendirikan sebuah sekolah dengan murid yang banyak, berarti dia harus membuat banyak kelas untuk murid-muridnya tersebut.
Ketiga ada leadership. Seorang pemimpin mempunyai gaya/karakteristik yang berbeda-beda untuk mengatur sebuah organisasinya. Ada pemimpin yang bersifat sentralistik, dimana semua yang mengatur dan mengambil keputusan pemimpin, pekerja hanya menuruti saja perintah pimpinannya. Pemimpin yang bersifat moderat dimana keputusan diambil sesuai keputusan bersama. Bawahan diberikan kebebasan dalam berorganisasi. Pemimpin yang lepas tangan, yaitu semua pekerjaan diberikan kepada bawahannya. Selain itu ada pemimpin yang bersifat orientasi tugas. Dimana pimpinan memberikan keputusan, apabila ada seorang pekerjanya tidak mempu melakukan tugasnya dengan benar, lebih baik keluar saja. Yang terakhir ada pemimpin yang bersifat people oriented. Dimana seorang pemimpin selalu menghargai pekerjaan pegawainya. Hal itu dimaksudkan agar bawahannya betah bekerja di perusahaannya. Dalam kepemimpinan fungsi manajemen sangat diperlukan. Yaitu, monitoring, evaluasi, dan supervisi. Monitoring dilakukan agar seorang pimpinan mengetahui sebuah pekerjaan berjalan dengan baik atau tidak, dan untuk meyakinkan para pekerjanya bahwa selama ini apa yang telah dilakukan dilihat oleh pimpinannya. Setelah memonitoring, seorang pimpinan harus mengevalusi apakah pekerjaan yang dilakukan sudah sesuaikah dengan target yang direncanakan. Dan tidak lupa juga seorang pimpinan harus melakukan supervisi untuk upaya memperbaiki bawahannya.
Keempat, reward system. Yaitu  seorang pemimpin memberikan suatu penghargaan terhadap pegawainya sebagai tanda terima kasih setelah apa yang telah dilakukannya selama ini terhadap perusahaannya. Penghargaannya sendiri bisa berupa materi ataupun non material. Penghargaan material berupa gaji/ tunjangan-tunjangan. Dan penghargaan non material bisa berupa pujian.
Yang terakhir dari lingkungan internal adanya culture. Culture merupakan nilai-nilai yang digunakan dalam sebuah organisasi. Nilai itu sendiri bisa tergambar pada fisik suatu perusahaan. Mungkin dari warna catnya, jendelanya,dll.
Setelah kita membahas mengenai lingkungan internal, sekarang kita akan bahas mengenai lingkungan eksternal. Lingkungan eksternal yaitu lingkungan yang dapat mempengaruhi suatu organisasi diluar dari lingkungan organisasi tersebut. Lingkungan eksternal itu sendiri terdiri dari demografi yang berkaitan dengan banyak sedikitnya kepadatan orangnya, lokasi, tempat tinggal, usia, gander, ras dan pekerjaannya. Selanjutnya ada economic/daya beli, lingkungan alam, teknologi, lingkungan politik dan terakhir ada lingkungan budaya.

REPORT 2 "Memahami Konsep Dasar Jasa"



Marketing itu terdiri dari 3 komponen yaitu produsen, konsumen, dan barang atau jasa yang dilakukan untuk transaksi. Jasa itu memiliki arti sebagai suatu aktivitas atau serangkaian kegiatan dimana terjadi interaksi dengan manusia atau mesin yang disediakan untuk memuaskan pelanggan. Contohnya itu seperti ATM, sekarang nasabah bank lebih mudah bertransaksi karena adanya ATM. Dimanapun nasabah ingin membutuhkan uang ataupun ingin mentrasfer uang, mereka tinggal mencari ATM terdekat tanpa harus ke bank terlebih dahulu. Contoh yang lainnya itu seperti pelayanan jalan tol. Saat ini, membayar tol bisa menggunakan e-toll card. Penyedia jasa layanan tol membuat e-toll card bermaksud untuk memudahkan para pelanggan dalam membayar tol. Tetapi, tidak semua pengguna jalan tol memakai e-toll card karena mereka tidak setiap hari menggunakan jalan tol. Jasa itu bersifat abstrak karena jasa bisa dirasakan setelah selesai atau ketika dipakai. Oleh karena itu, jasa harus didukung oleh tambahan-tambahan yang bisa membantu jasa itu sendiri. Tambahan-tambahannya itu sendiri bisa dari segi fisik, kelengkapan, segi orang, brand ambassadornya, ataupun image nya.

          Aktivitas jasa itu ialah interaksi manusia atau mesin untuk membangun kepuasan konsumen. Tetapi,  didalam jasa pendidikan tidak hanya mementingkan  kepuasaan saja. Harus ada nilai (value) didalamnya. Kualitas jasa pendidikan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh interaksi antara produsen dan konsumennya. Misalnya itu seperti kegiatan kuliah. Apabila ada dosen yang yang ingin mengajar di kelas, tetapi tidak ada mahasiswa satupun didalam kelas, berarti tidak ada jasa pendidikan yang ingin diberikan dosen kepada mahasiswanya. Begitu sebaliknya apabila banyak mahasiswa di kelas tetapi tidak ada dosen yang mengajarnya di kelas. Jasa itu tidak bisa disimpan dan jasa harus dibeli dulu baru diproduksi. Contohnya seperti bayar kuliah.

          Ada 5 faktor kunci agar jasa berkembang. Yang pertama itu, memperbaharui jasa yang kita tawarkan (renewing). Sebuah jasa tidak akan berkembang bila tidak diperbaharui mengikuti kebutuhan konsumen. Cara yang dilakukan untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang dibutuhkan konsumen itu melalui survei. Dari hasil survei yang paling besar diklarifikasi lagi agar mengetahui kebutuhan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen. Contoh dari memperbahurui jasa sendiri itu, bisa kita liat pada bank. Dulu, bank hanya tempat untuk menabung saja. Sekarang, bank tidak hanya tempat untuk menabung, tetapi banyak fasilitas-fasilitas yang bisa memudahkan konsumennya. Adalagi seperti costumer servise. Seseorang bisa menanyakan keluhannya terdapat jasa tersebut melalui telephon. Kedua, lokalisasi titik pelayanan ( localizing service system point ). Membuat lokasi dimana banyak konsumen di tempat tersebut. Contohnya seperti ATM, restoran cepat saji, alfamart, indomart,dll. Ketiga, leverage contract. Dimana ada kesepakatan agar konsumen yakin akan mendapat apa atau menjelaskan keuntungannya. Contohnya, member card matahari. Dengan member card  tersebut konsumen diberikan keuntungan seperti diskon. Karena banyak diskon-diskon yang ditawarkan tersebut, akhirnya konsumen merasa ingin kembali/berbelanja di tempat tersebut lagi. Keempat, memanfaatkan kekuatan informasi ( power of information ). Mempromosikan suatu jasa yang kita miliki melalui fb, web, brosur, space di majalah, dll. Kelima, nilai strategis ( strategic value ). Nilai strategi apa yang bisa meyakinkan konsumen agar berkata “ya”.

REPORT 1 "Konsep Dasar Manajemen Pemasaran"


Manajemen pemasaran sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Karena tujuan dari manajemen pemasaran ialah untuk mengetahui produk barang ataupun jasa apa yang dibutuhkan oleh konsumen agar dapat memenuhi kebutuhannya. Agar suatu perusahaan tersebut dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk konsumennya, suatu  perusahaan harus  mengetahui apakah yang dibutuhkan konsumennya pada saat ini.
Pemasaran atau marketing memiliki arti proses sosial dan manajerial yang dilakukan oleh individu/ kelompok untuk memperoleh kebutuhan melalui pembuatan atau pertukaran produk atau jasa dengan orang lain. Marketing itu terdiri dari 3 komponen yaitu produsen, konsumen, dan barang/jasa yang dilakukan untuk transaksi. Kegiatan seperti ini terjadi juga pada kegiatan pasar yaitu dimana ada penjual dan ada pembeli yang membutuhkan produk/jasa. Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, digunakan, dikonsumsi, dan bisa memuaskan kebutuhan dan keinginan. Sedangkan jasa itu sendiri memiliki arti tindakan atau pelayanan yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak yang lain yang secara prinsip tidak berwujud. Jasa itu dapat dibuat apabila sudah terjadi, seorang konsumen dapat tertarik pada suatu jasa apabila jasa itu memiliki tampilan fisik yang menarik, dan image/ citra dari jasa itu sendiri dapat membantu untuk pemasarannya. Pada saat inilah terjadi transaksi yaitu dimana adanya perdagangan dua pihak, adanya persetujuan dan nilai, dan adanya waktu dan tempat kesepakatan. Pada saat transaksi, terjadi hukum penawaran dan hukum permintaan yaitu apabila supply > demand = harga naik, dan apabila supply < demand = harga turun.
Pemasaran itu sendiri memiliki 5 filosofi. Pertama, production concept yaitu pelanggan akan senang apabila produknya di distribusikan ke berbagai tempat. Kedua, produksi yaitu konsumen akan senang apabila produk tersebut berkualitas/kemasannya yang bagus. Ketiga, seeling concept yaitu konsumen akan membeli jika perusahaan itu besar. Keempat, marketing concept yaitu mementingkan kepuasan pelanggan. Kelima, sosial merketing yaitu pemasaran yang menggunakan cara pemasaran agar menguntungkan semua pihak.

Wednesday, May 18, 2011

MANAJEMEN PEMASARAN JASA DAN PENDIDIKAN

PLACE

            Place bisa dilakukan secara lansung, intermediatery, hybird, telemarketing, MLM, dan E commarce. Kalu secara langsung, produsen langsung menjual kepada konsumen. Toko, outlet, dan sewa dimiliki sendiri oleh produsen. Intermediatery itu contohnya seperti agen atau supermarket, tokonya milik pihak ketiga dengan konsep bagi hasil. Hybird (campuran) dia menjual lewat toko juga, dan memiliki outlet sendiri juga. Telemarketing itu contohnya seperti bank, kartu kredit, asuransi dan agen pulsa. MLM itu biasanya ditawarkan dari orang ke orang. E commarce itu melalui website. Kenapa memilih saluran distribusi sendiri, karena untuk efisiensi biaya, agar bisa fokus pada produksi, kualitas, SDM, dan pergudangan.


MARKETING PROMOTION DAN COMMUNICATION

            Marketing promotion dan communication dilakukan karena orang perlu diberitahukan tentang produk kita. Cara yang pertama dengan advertasing. Yaitu informasi dan konsumen tidak langsung bertemu. Bentuk promosi barang atau jasa yang disampaikan melalui media indor atau outdor, cetak, audio, dan audio visual. Personal selling, yaitu promosi dan penjualan yang dilakukan oleh sales. Sales promotion, yaitu penjualan yang dilakukan perusahaan kepada konsumen dengan memberi bonus atau potongan harga dalam jangka waktu tertentu. Yang terakhir public relation, yaitu proses membangun hubungan baik antara perusahaan atau sekolah dengan masyarakat atau konsumen untuk membangun citra positif perusahaan dimata masyarakat. Public relation bisa digunakan juga untuk mengatasi masalah-masalah negatif yang mungkin muncul dari masyarakat atau melakukan kegiatan-kegiatan tertentu atau event.